PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
SAUQI SHOP HP.081381111519 PIN BB : 2951EEB0Obat Kuat Maximum Powerful Kuat Sex 168 Jam Nonstop Rp.175.000,-Obat kuat import yang kehebatann..
Margahayuland - bagi anda yang berminat dan berniat untuk membeli sebuah apartement, silahkan dlihat dulu referensi dari kami dimargahayulan..
Apakah anda memiliki kebutuhan web hosting ? cari yang murah berkualitas ?saya perkenalkanAnekahosting.com Web Hosting Murah Terbaik di Indo..
Berita Lainnya
Jakarta, Seruu.Com - Ketua Komisi D DPRD Papua Yan Mandenas berpendapat bahwa Pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Mimika harus memberikan teguran kepada PT. Freeport Indonesia terkait peristiwa longsor yang merenggut nyawa banyak orang. Selengkapnya
Jakarta, Seruu.com - Semua korban longsor wilayah kerja tambang Big Gossan PT Freeport Indonesia dengan total 28 orang korban tewas, 5 luka ringan, 5 luka berat dan 2 selamat dari total keseluruhan 40 pegawai yang mengikuti trainee dijanjikan untuk diganti pembiayaannya oleh PTFI. Hal ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik saat press confrence mengenai kejadian runtuhnya tambang Freeport, di kantor KESDM, Jakarta, Rabu (22/5/2013). Selengkapnya
Sukrisno Diminta Akui Adanya Kelalaian Dalam Laka Tambang
Jakarta, Seruu.com – Pengamat Pertambangan MS Marpaung mengimbau kepada Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk Sukrisno, untuk mengakui adanya kelalaian dalam proses penambangan di IUP milik perusahaan pelat merah tersebut sehingga melayangkan 5 korban sekaligus, akibat tertimbun longsor ketika bekerja. Dengan adanya kelalaian tersebut, Sukrisno juga dituntut segera menyelesaikan investigasi, namun paling tidak sejak awal kejadian permintaan maaf dari manajemen sudah dilontarkan olehnya atas peristiwa laka tambang ini.
“Dirut harus lakukan investigasi, karena pasti tidak ada perintah dari dia yang sebabkan ini, sebagai Dirut pasti dalam rapatnya dia bilang lakukan penambangan dengan benar utamakan savety factor (faktor keamanan)”, kata Marpaung kepada Seruu.com kemarin di Jakarta, Rabu (20/2/2013).
Ada beberapa pejabat PT Timah seperti Direktur Operasi, Manager Savety, Supervisor dan lainnya yang menurut Marpaung harus dimintai penjelasan oleh Sukrisno untuk mencari tahu apa penyebab kelalaian ini. Setelah itu Dirut menyatakan melalui media adanya kelalaian tersebut, agar jangan sampai permasalahan ini justru menjadi masalah dengan pemerintah daerah, gubernur terlebih sampai ke DPR RI.
“Siapa saja diantara mereka yang lalai, dia sebagai Dirut nyatakan ada anak buahnya yang lalai untuk itu dia harus terima dan memohon maaf atas kejadian ini, karena dia harus bayar pekerjanya. Janganlah harus berurusan dengan pemerintah, gubernur, apalagi DPR, dia harus lakukan sendiri tapi lakukan investigasi dulu internal, cari tahu dimana faktor kelalaian itu dia jelaskan dank karena itu dia minta maaf dengan berjanji ke depan itu akan diperbaiki”, jelasnya.
Laka Tambang adalah Maksimum Fatality, Komisaris Suarakan Evaluasi Internal PT Timah
Dikonfirmasi kepada Komisaris Independen PT Timah Suryadi Saman ketika ditemui dalam kunjungannya di lokasi kejadian poada hari Minggu (17/2/13) mengungkapkan bahwa keselamatan kerja pasti nomor satu dan tidak ada istilahnya hal yang dianggap nomor dua dalam prinsip pertambangan. Kejadian tersebut dinilainya hal yang khusus, maka ia meminta agar pihak keluarga mengikhlaskan, yang kedua ia juga menegaskan perlunya dilakukan evaluasi internal dalam PT Timah.
“Ini kan termasuk satu hal yang khusus, pertama kami minta keluarga ikhlas. Karena kalau tidak berat juga, kami dalam menangani masalah ini. Di internal juga kita harus evaluasi, sepintas saya melihat memang sebetulnya tidak save. Ini harus diukur, mungkin di internal melihat apa tehnik penguasaan tambang sudah efektif, karena ini bisa berulang kalau tidak efektif upaya kita untuk meminimalis dan mitigasi laka tambang”, paparnya.
Ia berpendapat, meskipun ada SOP pertambangan itu hanya selembar kertas yang menjadi rujukan para penambang, karena pekerjaan di lapangan tidak seperti di belakang meja dengan banyaknya hal-hal tekhnis yang tidak tertulis secara rinci.
“Itu yang biasanya dilakukan, maka diperlukan pemahaman dasar dari Wastam. Ada faktor savety-nya. Asumsinya pengalaman mereka lebih dari cukup, untuk melakukan pertambangan darat . Makakita evaluasi terhadap apa yang dilakukan oleh mitra pada hari-hari sebelum terjadi, untuk evaluasi misalnya dia masih terus membuka pit itu”, imbuhnya.
Bagaimanapun menurutnya hilangnya korban jiwa adalah maksimum fatality, sehingga investigasi juga pelaksanaan yang ketat harus terus diupayakan.
“Kita memang harus investigasi, memang harus ketat karena ini maksimum fatality. Tidak ada resiko yang lebih besar dari kehilangan jiwa, jadi istilahnya kita anggap ini dari sisi pertambangan adalah kejadian besar karena memakan korban.”, tutupnya.[Ain]
-
01/03/2013 07:05Anggota Komisi VII: PT Timah Jangan Sepelekan Nyawa 5 Korban Laka
-
27/02/2013 13:10Distamben Beltim Soroti Sistem Penambangan Bekas Lahan PT Timah
-
27/02/2013 11:50Distamben Beltim: Silahkan Aparat hukum Investigasi!
-
18/02/2013 09:56Keluarga Korban Pertanyakan Tanggung Jawab 'Bos Tambang'
-
18/02/2013 09:41Evakuasi Korban Resmi Dihentikan, Kemana Dirut PT Timah & Mitra?
Lihat 0 Komentar
Kirim Komentar
Disclamer
Email Newsletter
-
Kamis, 23 Mei 2013 - 18:21
.jpg)
DPRD Papua Desak Pemerintah Pusat Beri Teguran PT. Freeport
-
Kamis, 23 Mei 2013 - 12:03
.jpg)
Longsor Freeport, KESDM Janjikan Beri Sanksi Jika Ada Kesengajaan
Informasi Pemasangan Iklan:
Hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Musyafaur Rahman di 0821-117-297-75 · moses_elrahman@yahoo.com · Blackberry: 2821FC2A

