PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
Dapatkan Alat Listrikkualitas bagus dengan harga murah di ODEN HousewareKABEL LISTRIK LOYALAyo hubungi kami,YM : syarief_oden | indah.oden |..
SAUQI SHOP HP.081381111519 PIN BB : 2951EEB0Obat Kuat Maximum Powerful Kuat Sex 168 Jam Nonstop Rp.175.000,-Obat kuat import yang kehebatann..
Margahayuland - bagi anda yang berminat dan berniat untuk membeli sebuah apartement, silahkan dlihat dulu referensi dari kami dimargahayulan..
Berita Lainnya
Jakarta, Seruu.Com - Tim Pengawas Bank Century DPR RI akan segera mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pemeriksaan terhadap mantan menteri keuangan Sri Mulyani di Washington DC, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Selengkapnya
Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa, Anas Urbaningrum, Senin (29/4/2013). Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu tidak memenuhi panggilan komisi anti rasuah itu lantaran mengalami gangguan kesehatan. Padahal, andaikan Anas hadir, ia akan dimintai keterangan sebagai saksi terkait korupsi dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang. Selengkapnya
Ditetapkan Jadi Tersangka, Anas Jadi Korban Politik Demokrat
Jakarta, Seruu.com - Aktivis'98 Universitas Padjajaran, Suryawijaya mengaku prihatin dengan kondisi penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat sekarang.
Surya menilai sebagai warisan era reformasi yang telah menjadi kebanggan masyarakat, namun kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menghancurkan dirinya sendiri.
"Intervensi politik yang sangat kental sangat terlihat dalam menentukan Anas Urbaningrum menjadi tersangka." kata Surya kepada Seruu.com di Jakarta, Jumat (22/02/2013).
Surya beralasan hal tersebut dapat dilihat dari bukan hanya dari lamanya proses waktu KPK menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, tapi dari kegaduhan yang terjadi sebelumnya.
Dari mulai soal sprindik, Rapat Majelis Tinggi Demokrat yang meminta Ketua Umum untuk berkonsentrasi untuk menyelesaikan masalah hukumnya yang ternyata dibuktikan menyusul kemudian. Hingga Perbedaan pendapat diantara komisioner KPK dan begitu tiba-tiba, wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto yang berubah 180 derajat.
"Ada pertanyaan besar yang muncul dikepala saya, ada apakah dibalik semua ini? Kenapa SBY sampai mau mengambil alih Demokrat? Lalu kenapa KPK kini menuju puing kehancuran?," tanya Surya.
Surya yang juga kader partai berlambang Mercy tersebut berpendapat tidak mungkin hanya karena urusan pencalegan SBY selaku pembina partai mengambil alih Demokrat.
Menurutnya, sangatlah mustahil apabila SBY mengambil Demokrat hanya untuk sekedar kendaraan politiknya saja dan tidaklah wajar KPK diobrak-abrik para awaknya sendiri hanya sekedar karena sprindik.
Dari berbagai kegaduhan itu, Surya melihat, KPK sudah dikejar setoran. Sementara pengumuman hasil rapat Majelis Tinggi merupakan titah raja yang harus dilegitimasi oleh mentersangkakan seorang Anas Urbaningrum.
"Bayangkan kalau titah raja itu tidak terbukti? Mau disimpan dimana muka Sang Raja. Itulah salah satu bukti bahwa kini KPK bisa diorder." tegasnya. [Cesare]
-
21/12/2012 07:20Anas Cukup Tangguh untuk Melawan Faksi SBY
-
28/08/2012 12:35Yusril : Presiden Harus Tertibkan Para Pembantunya
-
27/08/2012 11:50Basarah: Pendukung SBY Tak Perlu Gusar dengan Kicauan Yusril
-
27/08/2012 11:35Sebut SBY Presiden Korup, Anggota DPR: Yusril Tidak Perlu Minta Maaf
-
27/08/2012 11:29Yusril Sebut SBY Presiden Korup, Kader Demokrat Diminta Tak Terpancing
Lihat 0 Komentar
Kirim Komentar
Disclamer
Email Newsletter
-
Kamis, 23 Mei 2013 - 18:21
.jpg)
DPRD Papua Desak Pemerintah Pusat Beri Teguran PT. Freeport
-
Kamis, 23 Mei 2013 - 12:03
.jpg)
Longsor Freeport, KESDM Janjikan Beri Sanksi Jika Ada Kesengajaan
Informasi Pemasangan Iklan:
Hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Musyafaur Rahman di 0821-117-297-75 · moses_elrahman@yahoo.com · Blackberry: 2821FC2A

