Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 25 Mei 2013 14:37

PRODUK TERBARU IKLAN BARIS

MAXIMUM PAWERFUL OBAT KUAT SEX TAMBAH TENAGA SEX 0..
SAUQI SHOP HP.081381111519 PIN BB : 2951EEB0Obat Kuat Maximum Powerful Kuat Sex 168 Jam Nonstop Rp.175.000,-Obat kuat import yang kehebatann..
Margahayuland
Margahayuland - bagi anda yang berminat dan berniat untuk membeli sebuah apartement, silahkan dlihat dulu referensi dari kami dimargahayulan..
Web Hosting Terbaik Yang Murah di Indonesia
Apakah anda memiliki kebutuhan web hosting ? cari yang murah berkualitas ?saya perkenalkanAnekahosting.com Web Hosting Murah Terbaik di Indo..

Berita Lainnya

Politisi PAN : Tak Ada Masalah dengan Lolosnya PBB
Rabu, 20 Maret 2013 - 07:05

Jakarta, Seruu.com - Partai Bulan Bintang (PBB) akhirnya bisa menyusul sepuluh partai politik sebelumnya yang telah dinyatakan lolos oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi peserta Pemilu 2014. Selengkapnya

Hary Tanoe Tak Terima Dituding Rusak Partai NasDem
Selasa, 22 Januari 2013 - 08:15

Jakarta, Seruu.com - Hary Tanoesoedibjo yang baru saja menyatakan diri keluar dari Partai NasDem membantah habisa-habisan tudingan yang menyebut dirinya telah merusak partai besutan Surya Paloh itu, lantaran mundur dari kepengurusan. Selengkapnya

Wew, Ada 'Operasi SS' Untuk Menghancurkan Parpol Besar

Senin, 25 Februari 2013 - 10:16 · Topik: operasi-sunyi-senyap
Bambang Soesatyo (Dok. Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Beredar rumor yang menyatakan saat ini ada operasi intelijen bersandi “Operasi Sunyi Senyap atau "SS" yang tengah dijalankan kelompok tertentu. Operasi itu dilakukan dengan cara menghembuskan kasus korupsi yang melibatkan kader partai politik. Tujuannya agar elektabilitas lawan politiknya menurun.

Seakan membenarkan, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan bahwa "Operasi Sandi SS" ini dijalankan oleh sebuah kekuatan yang sangat besar untuk menghacurkan lawan politiknya.

"Operasi sandi SS ini dijalankan kepada lawan politiknya untuk menyamakan skor keterpurukan (partai yang sedang terpuruk)," kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu di Jakarta, Jumat, 22/02/2013).

Bamsoet menjelaskan, operasi SS ini sendiri sudah terbukti ketika Partai Demokrat dihantam kasus korupsi dan membuat elektabilitas di berbagai lembaga survei menurun. Terakhir, kata dia, kasus suap impor daging sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Kasus itupun secara tidak langsung mengancam elektabilitas PKS.

"Banyaknya partai yang tersandung kasus itu akan semakin mencoret citra partai di mata masyarakat dan secara tidak langsung akan berimbas pada partisipasi masyarakat dalam Pemilu," jelasnya.

Selain itu, kata Bambang, kasus korupsi juga digunakan sejumlah politisi sebagai alat untuk menghancurkan lawan politiknya dengan membentuk stigma buruk.

"Stigma jelek terlibat dalam korupsi sama seperti stigma 'kontrarevolusi di masa demokrasi terpimpin dan stigma 'terlibat PKI' di masa orde baru," tambahnya.

Lebih lanjut, anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan memang kasus yang menjerat politikus tidak bisa digeneralisasi langsung kepada parpol secara kelembagaan. Tapi, opini publik berkata yang sebaliknya. Satu orang korupsi maka satu partai merasakan akibatnya.

Karena itu, Bamsoet juga menduga, tuduhan Nazaruddin terkait korupsi simulator SIM kepada dirinya dan anggota komisi III lainnya merupakan bagian dari skenario "Operasi SS" tersebut.

Pasalnya, yang dilakukan oleh mantan koleganya di Komisi III tersebut adalah serangan kedua baginya setelah surat kaleng kasus pemerasan BUMN yang sudah dikalrifikasi oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan beberapa waktu yang lalu.

“Saya menduga apa yang disampaikan Nazaruddin merupakan bagian dari skenario Operasi “Sunyi Senyap” atau ‘SS’,” tegas Bamsoet

Bamsoet mengakui, bahwa serangan yang ditujukan kepada dirinya tidak terlepas dari sepak terjangnya yang selama ini konsisten untuk membongkar kasus Bank Century bersama teman – temannya yang tergabung dalam Tim Pengawas Bank Century, Bamsoet yakin Wapres Boediono perlu jadi tersangka.

”Karena kebijakannya sebagai Gubernur Bank Indonesia waktu itu yang menyebabkan adanya dana untuk bail out bank milik Robert  Tantular sebesar 6.7 Triliun," tandasnya. [Cesare]

Griya Wisata
Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter Feed RSS Section Seruu.com

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
Login Twitter Seruu.com    Login Facebook Seruu.com
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Musyafaur Rahman di 0821-117-297-75 · moses_elrahman@yahoo.com · Blackberry: 2821FC2A