Jakarta, Seruu.Com - Meski kepemimpinan Partai Demokrat telah diambil alih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), elektabilitas partai politik berlambang bintang mercy itu tetap tidak menunjukkan perkembangan. Partai yang pernah dinahkodai Anas Urbaningrum itu hanya berada di kisaran 7-9 persen.

"Partai Demokrat tidak mengalami recovery (perbaikan). Jadi, belum juga rebound (melambung) saat di-take over (ambil alih) oleh SBY. Tetapi juga tidak turun dari angka yang diperoleh Demokrat pada pemilu 2004 sekitar 7,45 persen," kata pengamat politik dan peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi, di Jakarta, Sabtu (4/1/2014).

Menurut Burhanuddiin, elektabilitas Partai Demokrat yang cendeerung stagnan tersebut diakibatkan seringnya masyarakat mendengar  pemberitaan kader Demokrat yang terjerat kasus korupsi, atau publik masih menunggu terobosan atau semacam langkah-langkah radikal dari Demokrat.

Kekonsistenan elektabilitas Demokrat tersebut menjadikannya berbeda dengan partai politik lainnya. Dari berbagai kategori, ada beberapa partai yang dinamika elektoralnya tinggi, suaranya naik-turun baik positif maupun negatif.

"Tapi terlihat dinamikanya di mata pemilih. Itu Golkar, PDIP, Gerindra, Partai Demokrat, dan Hanura. Ini lima partai yang dinamikanya tinggi. Kemudian ada partai yang tidak ada dinamikanya, jadi suaranya itu stabil saja di suatu angka. Di luar lima partai tadi rata-rata dinamikanya itu tidak ada," pungkas Burhanuddin.

[bowo]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU