Jakarta, Seruu.com - Ketua Poros Wartawan Jakarta (PWJ), B Ali Priambodo menyatakan pelaporan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh M.Fadlin Akbar, anak mantan Walikota Tangerang terhadap wartawan Sindo, Deni Irawan sebagai bentuk kriminalisasi terhadap jurnalis.

Tidak hanya itu, lanjut Dodo (panggilan akrabnya), PWJ juga melihat pelaporan ke polisi yang dilakukan oleh Fadlin, yang juga caleg dari partai Demokrat tersebut justru telah mencemarkan profesi kewartawanan Deni.

"PWJ menilai pelaporan itu sebagai bentuk kriminalisasi terhadap Jurnalis dan justru karena pelaporan itu keluarga WH telah mencemarkan profesi kewartawanan Deny." Kata Dodo saat ditemui Seruu.com di Jakarta, Rabu (19/02/2014).

Dodo menilai, BlackBerry (BB) itu media pribadi meski di baca orang banyak namun sifatnya tertentu, pelaporan pencemaran nama baik ke polisi tersebut karena update status BB yang dilakukan Deny membuat hukum seperti di main-mainkan.

Sebab, lanjutnya, apa yang di ungkap Deni dalam statusnya tidak menuding sama sekali terhadap Fadlin, Deny hanya bertanya dan secara beruntun status di BB nya tetap berupa pertanyaan dan berakhir dengan penjelasan.

"Dalam era canggih seperti sekarang ini, pencarian informasi dalam tugas-tugas jurnalistik bisa dilakukan dengan banyak cara." Jelasnya.

Karenanya, PWJ berharap pihak Kepolisian bisa mempunyai pemahaman yang sama terkait kasus Deny, karena Deny tidak memuat statusnya itu sabagai bahan atau sumber tulisan yang dimuat di media atau disebarkan melalui cara lain.

"Artinya dalam kasus ini, Deny mematuhi kode etik dan UU Jurnalistik, terlalu berlebihan jika status BB seperti itu dilaporkan sebagai pencemaran nama baik." Tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Calon anggota legislatif, M Fadlin Akbar, melaporkan jurnalis Koran SINDO, Deny Irawan, ke Polres Tangerang. Laporan itu berawal dari status BlackBerry (BB) yang dibuat Deny.

Inti dari status BBM Deny yakni mempertanyakan apa benar anak mantan Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim, itu ditangkap polisi karena kasus narkoba. Tulisan itu ditandai dengan tanda tanya di akhir kalimat.

"Saya langsung mencoba melakukan konfirmasi dengan keluarga dan yang bersangkutan," kata Deny di Tangerang, Selasa (18/2/2014).

Namun, ia tidak mendapatkan jawaban terkait informasi tersebut. Status di BBM itu bertujuan agar ada respons dari berbagai pihak yang mengenal keluarga calon anggota legislatif dari Partai Demokrat itu.

Namun, bukannya mendapat informasi yang diinginkan, Deny malah dilaporkan ke polisi terkait statusnya itu. Alasannya pihak keluarga dari pejabat tidak senang dengan status tersebut.

"Saya baru mendapatkan informasi kalau saya dilaporkan," ungkapnya.

Menurut Deny, apa yang dilakukan adalah mencari informasi bukannya membuat fitnah. Karena, tak satu pun keluarga WH yang bisa dihubungi.

[Cesare]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU