Basuki Tjahaja Purnama (Foto)

Jakarta,Seruu.Com - Teman Ahok yang menamakan dirinya untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menceritakan bagaimana Ahok memutuskan maju melalui jalur independen.

 
Malam berkisar pukul 19.00 seluruh pendiri Teman Ahok menyambangi kediaman Ahok di Pantai Mutiara, Jakarta Utara dan dihidangkan empek-empek pertemuan tersebut berlangsung berkisar empat jam. Inti pembicaraan, meminta Ahok untuk menentukan nama bakal calon wakil gubernur.
 
Amalia Ayuningtyas yang merupakan juru bicara Teman Ahok mengatakan kami menyampaikan, bahwa waktu sudah semakin sempit dan mau tidak mau, kami harus mendapat nama calon wakil malam itu juga, Senin (7/3/2016).
 
Pada pertemuan itu, Ahok sempat bersikeras untuk berpasangan dengan wakilnya saat ini, Djarot Saiful Hidayat karena Ahok merasa sudah cocok dan tidak ingin bertaruh terlalu banyak. Kami (Teman Ahok) bersedia memasukkan nama Pak Djarot, jika beliau bersedia maju melalui independen, sekali pun tidak didukung PDIP (Partai Djarot), kata Amalia.
 
Tapi, karena belum ada izin dari PDIP, dan dibutuhkan nama bakal calon wakil gubernur untuk melengkapi formulir yang telah ditetapkan KPU, maka Teman Ahok meminta untuk nama lain kemudian Pak Ahok menyodorkan nama (Kepala BPKAD) Heru Budi Hartono. Ahok bercerita tentang kepribadian dan karakter Heru yang dinilai sangat sejalan dengan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.
 
Ahok katakan Heru, merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berani pasang badan untuk memperjuangkan transparansi perencanaan dan penggunaan anggran di Pemerintah Provinsi DKI. Dengan memasukkan nama Pak Heru, Pak Ahok ingin memperlihatkan, bahwa di DKI ada birokrat yang baik dan terpuji. Dan orang-orang seperti inilah yang perlu dipromosikan agar menjadi contoh, kata Amalia.
 
Akhirnya, Ahok meminta Heru untuk datang ke rumahnya kemudian Heru datang beberapa jam setelah pembicaraan antara Ahok dan Teman Ahok berlangsung. Minggu malam berkisar 21.30 adalah detik-detik bersejarah bagi Teman Ahok. Satu langkah lagi, kami mendekati pembuktian sejarah negeri ini, ujarnya.
 
Ahok, menurut Teman Ahok, mempertaruhkan banyak hal karena memilih maju melalui jalur independen bersama Teman Ahok dibandingkan Partai Politik. Karena tentu lebih enak maju melalui Partai Politik karena kendaraan sudah tersedia, dan dukungan politik bisa didapatkan, katanya.
 
Sedangkan, maju melalui jalur independen bersama Teman Ahok penuh risiko alasannya, membuka perseteruan dengan seluruh Partai Politik. Apalagi, Partai Politik memiliki jaringan di seluruh level pemerintahan dan lembaga negara sebagai sebuah kekuatan yang bisa saja digunakan untuk menekan, bahkan menghalangi pencalonan Pak Ahok.
 
Tapi akhirnya, beliau memilih bersama kami dengan segala risiko, kata Amalia. Dengan begitu Teman Ahok akan berusaha keras untuk mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk DKI Jakarta yang merupakan sebagai salah satu persyaratan maju melalui jalur independen. (GS)

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU